beberapa minggu ini rasanya berat banget njalaninnya.
banyak yang kudu di pikirin+di urusin.
Deadline 2 tugas + acara yang udah di rancang beberapa bulan terakhir jatuh di minggu yang sama.
fiiuh... saatnya buat bersenang-senang 2 minggu ini. include I'm coming home JOGJA. Rabu malem insyallah udah sampe Jogja. Mpe tgl 13 April pagi.
Pengennya bisa pergi ke mana2 bareng ma temen2 smua.
Smoga g sakit2 lagi.
Oya...btw, seneng banget akhirnya acara yang udah di rancang sedemikian rupa (mpe aq sakit dari sebelum mpe pas hari H tu acara) sukses. Walaupun peserta g memenuhi target maksimal. Overall sangat2 memuaskan. Salut juga ma semua perjuangan temen2 yang sangat2 maksimal.
Makasih juga ma semua pihak (dosen,mbak2,mas2,adek2,dll) yang udah ngramein acara.
Dari yang jadi juri, ngisi costplay, ngasih workShop, nge band, semua acara pokoknya!!!
Mb Dinda, MC ahe dari SasIng UNAIR '05, yang udah mau jadi partner MC nya Aya'.
Mb Dinda ok banget bawainnya. Heboh!!! Udah seneng banget liat mb dinda ngeMC ptama kali di acara bazar sasIng yg sepi pengunjung. Tetep bisa heboh.
Makasih ya mbk udah mau ngoceh berjam-jam dg bayaran ala kadarNya Kanara Handmade Shop. hehehehe...
News ttg AAC ada di
http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=5512
Lukis Rumah Impian di AAC 2009 30 Maret 2009 10:17:02 | |
Menuangkan kreatifitas menggambar, tidak hanya dilakukan pada sercarik kertas. Seperti halnya kegiatan Arsitektur Art Contest (ACC), Minggu (29/03) di Jurusan Arsitektur ITS. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sthapati Arsitektur ITS ini, menggunakan payung sebagai media gambarnya. Mengangkat tajuk Rumahku Impian, Rumahku yang Mencintai Bumi AAC 2009 ini diikuti oleh sekitar 50 peserta siswa SD. | |
Arsitektur, ITS Online - Tidak berlebihan jika Jurusan Arsitektur berniat menanamkan jiwa seorang arsitek sejak dini kepada siswa-siswa sekolah dasar. "Tujuan awal kegiatan ini memang mengenalkan Arsitektur kepada anak-anak kecil, kegiatan ACC ini bisa menjadi langkah efektif untuk pengenalan," ungkap Ketua Jurusan Arsitektur Ir Purwanita Setijanti MSc PhD. Hal senada disampaikan Koordinator Acara ACC 2009 Apriliana Taurizqi R yang menjelaskan setidaknya dengan ACC, Arsitektur ITS lebih dikenal oleh masyarakat. "Selain itu kita ingin, agar mereka (peserta, Red) jika ditanya cita-cita tidak lagi menjadi dokter dan polisi, namun menjadi arsitek," ujar Mahasiswi angkatan 2007 ini. Lebih lanjut, April menjelaskan ACC dibagi menjadi dua kelas. Untuk siswa sekolah dasar kelas 1 dan 2 diberikan media kertas A3 untuk menggambar dan mewarnai. "Kemudian mengingat sulitnya penggambaran menggunakan payung, maka media gambar ini kita berlakukan pada peserta kelas 3 sampai kelas 6," terang April. Pada payung tersebut, peserta bebas menggambarkan motif yang sesuai dengan tema. Payung yang dijadikan media gambar cukup membuat kebingungan peserta dan orangtua yang mendampingi. Seperti halnya pengakuan Sutrisno yang mengungkapkan anaknya kesulitan dalam menggambar. "Anak saya baru kali ini menggambar dengan payung, biasanya menggunakan kertas," tutur warga Menur Pumpungan ini. Lain halnya dengan Cristian, siswa Sekolah dasar ini terlihat lihai menggambar. Cristian yang mengaku sering mengikuti lomba menggambar ini melukiskan rumah lengkap beserta pekarangannya. "Digambar ini ada ayah, ibu, dan anak-anaknya yang sedang berkebun dipekarangannya," ungkap Cristian. Dengan menggunakan kuas Cristian pun langsung menggoretkan berbagai warna pada payungnya. Sehingga payung yang terlihat polos pun menjadi berwarna-warni dengan paduan cat warna. Pada akhir acara digelar workshop. Workshop ini memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai paduan antara warna dan bentuk. Bagi para orangtua peserta yang menunggu putra-putri mereka menggambar dan mewarnai, ACC 2009 pun menyediakan konsultasi rumah gratis. "Konsultasi griya yang diberikan para dosen-dosen Arsitektur ITS ini diberikan secara cuma-cuma tidak dipungut biaya dan ditangani para ahlinya," tandas mahasiswi berkacamata ini. (fn/mtb) |
No comments:
Post a Comment